25 Agt 2010

SMP - Jatuh Cinta Pertama Kali

SMP itu: Sekolah Menengah Pertama atau Seindah Malam Pertama?

disini, bila dilihat dari judulnya, dua-duanya masuk akal dan berkaitan. tapi aku gak mau mendadak artis karena jadi blogger kontroversial, bila membahas arti yang kedua. porno donk?! he..he..

SMP itu yang pake seragam putih abu-abu ya? maaf, aku sudah agak lupa. masa itu buatku sudah terlalu lama. sedikit aku ingat, bila jumat-sabtu aku pake seragam warna cokelat. ya! aku ingat. warna cokelat! ( SD juga punya baju cokelat kalee )

dulu..

masih kelas satu, kalo sabtu sore aku kembali lagi ke sekolah memakai aksesoris lengkap dengan pakaian cokelatnya. memakai peci warna cokelat yang bentuknya aneh, memakai dasi warna merah putih yang kalo sedikit dimodifikasi bisa sebagai penutup wajah sehingga hanya terlihat mata saja. seperti ninja.

ikat pinggang kanan dan kiri digantung seikat tali dan sebilah pisau. pokoknya sangat komplit: untuk jadi maling. sampai disini ingatanku mulai membaik, itu ekstra pramuka.

tidak lama berstatus sebagai anak SMP, kiranya satu atau dua bulan, aku ikut Persami di sekolah. menginap semalam. Persami bukan perselingkuhan sabtu minggu lho, apalagi nonton bareng film semi. tapi berkemah.

waktu itu..

malam minggu kami semua dikumpulkan dihalaman sekolah, yang biasanya dijadikan tempat upacara. "ada kebakaran!" teriakku dalam hati. oh bukan, itu api unggun ding. dikiranya itu kebakaran, maklumlah.. waktu SD aku gak pernah lihat seperti itu.

saat itu kami semua disuruh duduk mengelilingi api unggun, sementara kakak pembinanya berceramah ditengah-tengah kami; sangat membosankan! entah kebetulan atau memang kebiasaannya begitu ( matanya jelalatan ), aku melihat sesosok gadis. ayu rupawan, mengalahkan pesona rembulan pada malam yang mendung waktu itu.

"dia siapa? dia sekolah disini juga, tapi kelas satu apa? anak mana ya, koq tiap berangkat sama pulang aku gak pernah melihatnya? kemana aja aku selama ini, ada bidadari tapi baru tahunya sekarang? oh, masihkah dia belum ada yang punya? seandainya 'iya', maukah dia menerimaku sebagai pangerannya?" pertanyaan-pertanyaan itu muncul dengan sendirinya.

malam itu aku gak bisa tidur, memikirkan gadis kecil tadi. sekecil aku tentunya. aku berani bertaruh, dia pasti lebih cantik dari Dian Sastro diusianya. baru hari seninnya aku tahu namanya, dia kelasnya dimana, bahkan alamat rumahnya.*aku menurunkan detektif gratisan untuk mencari tahu*hehe

apakah aku jatuh cinta?

bersambung..